Asam Urat
Asam urat adalah asam yang berbentuk kristal-kristal yang merupakan hasil akhir dari metabolisme purin (bentuk turunan nukleoprotein), yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh. Secara alamiah, purin terdapat dalam tubuh kita dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup, yakni makanan dari tanaman (sayur, buah, kacang-kacangan) atau pun hewan (daging, jeroan, ikan sarden). (Indriawan,2009).
Asam urat adalah produk akhir atau buangan yang dihasilkan dari metabolisme pemecahan purin. Asam urat merupakan antioksidan dari manusia dan hewan, tetapi bila dalam jumlah berlebihan dalam darah akan mengalami pengkristalan dan dapat menimbulkan gout. Asam urat mempunyai peran sebagai antioksidan bila kadarnya tidak berlebihan dalam darah, namun bila kadarnya berlebih asam urat akan berperan sebagai prooksidan (McCrudden Francis H. 2000).
Kadar asam urat dapat diketahui melalui hasil pemeriksaan darah dan urin. Nilai rujukan kadar darah asam urat normal pada laki-laki yaitu 3.6 - 8.2 mg/dl sedangkan pada perempuan yaitu 2.3 - 6.1 mg/dl (M. Wilkinson, Judith. 2006).
Asam urat atau uric acid adalah asam hasil metabolisme protein berupa asam-asam inti yang terdapat dalam inti sel. Setelah mengalami berbagai macam proses biokimia akan menjadi oksida purin. Purin sendiri merupakan salah satu turunan asam amino. Oksida purin ini dimetabolisme lagi oleh suatu enzim dan menghasilkan asam urat. Jadi asam urat adalah hasil akhir dari metabolisme tubuh dari bahan purin.
B. Ciri-ciri Asam Urat
Berdasarkan subkomite The American Rheumatism Association yang menetapkan kriteria diagnostik untuk asam urat adalah :
1. Adanya kristal urat yang khas dalam cairan sendi.
2. Thopus terbukti mengandung kristal urat berdasarkan pemeriksaan kimiawi dan mikroskopik dengan sinar terpolarisasi.
3. Lebih dari sekali mengalami serangan artthritis akut.
4. Oligorthritis (jumlah sendi yang meradang kurang dari 4).
5. Sendi metatarsophalangeal pertama (ibu jari kaki) terasa sakit atau membengkak.
6. Serangan unilateral (satu sisi) pada sendi metatarsophalangeal pertama.
7. Thopus (deposit besar dan tidak teratur dari natrium urat) di kartilago artikular (tulang rawan sendi) dan kapsula sendi.
8. Hiperuricemia (kadar asam urat dalam darah lebih dari 7,5 mg/dL).
C. Penyebab Asam Urat
1. Faktor keturunan dengan adanya riwayat gout dalam silsilah keluarga.
2. Konsumsi alkohol berlebih, karena alkohol merupakan salah satu sumber purin yang juga dapat menghambat pembuangan urin melalui ginjal.
3. Beberapa macam obat seperti obat pelancar kencing (diuretika golongan tiazid), asetosal dosis rendah, fenilbutazon dan pirazinamid dapat meningkatkan ekskresi cairan tubuh, namun menurunkan eksresi.
4. Faktor lain seperti stress, diet ketat, cidera sendi, darah tinggi dan olahraga berlebihan.( Vitahealt, 2007 )
D. Gejala Klinis Asam Urat
1. Nyeri hebat yang tiba-tiba menyerang sendi pada saat tengah malam, biasanya pada ibu jari kaki ( sendi metatarsofalangeal pertama ) atau jari kaki ( sendi tarsal )
2. Kulit berwarna kemerahan, terasa panas, bengkak, dan sangat nyeri
3. Pembengkakan sendi umumnya terjadi secara asimetris ( satu sisi tubuh )
4. Demam, dengan suhu tubuh 38,30C atau lebih, tidak menurun lebih dari tiga hari walau telah dilakukan perawatan
5. Bengkak pada kaki dan peningkatan berat badan yang tiba-tiba ( Vitahealt, 2007 )
E. Pencegahan dan Pengobatan Asam Urat
1. Pencegahan Asam Urat
Ada berbagai langkah upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah asam urat yaitu :
a. Mengatur pola hidup dengan baik dan teratur.
b. Menggurangi kebiasaan buruk yaitu bagi perokok aktif.
c. Menghindari konsumsi yang mengandung lemak jenuh.
d. Jangan mandi pada malam hari.
e. Berolahraga yang rutin minimal 2-3 kali dalam seminggu.
2. Pengobatan Asam Urat
Apabila pencegahan terlambat dilakukan dan sudah positif terkena asam urat , maka bisa dilakukan pengobatan. Pengobatan asam urat ada dua cara yaitu :
a. Pengobatan Medis
Pengobatan medis yaitu dengan mengkonsumsi obat- obatan. Tentunya, mengkonsumsi obat-obatan ini harus berdasarkan resep dokter diantaranya : Allopurinol, Prednisone, Natrium diklofenak, dan Indomentacin.
b. Pengobatan Tradisional
Obat tradisional yang digunakan untuk mengobati asam urat yaitu :
1. Sirsak dimakan atau minum tiap hari.
2. Daun salam 7 lembar direbus dengan dua gelas air kemudian diminum pagi dan sore.
3. Labu siam diparut kemudian disaring diambil airnya diminum tiap hari.
4. Cuka apel yang sudah jadi dan dicampur madu.
5. Tumbuhan yang tepat untuk pengobatan asam urat adalah Sidaguri atau Sida rhombifolia L.
Makasih mas atas infonya
BalasHapusIya sama sama kak
BalasHapus